Perjalanan Saat Berlibur Menikmati Nuansa Alam Talaga Bodas



Garut merupakan salah satu kota yang menyimpan begitu banyak destinasi wisata menarik dan belum banyak dijamah oleh manusia. Mulai dari tempat mendaki sampai berenang di pantai. Tapi ada suatu tempat yang menarik perhatian saya dan teman-teman untuk mengunjunginya yaitu Talaga Bodas.

Perjalan menuju Talaga Bodas dimulai dari Blubur Limbangan melewati Cibatu Garut, Sukawening, Sukarasa dan akhirnya sampai di Wanaraja. Untuk sampai ke lokasi kira-kira kami membutuhkan waktu 2 jam dengan mengendarai sepeda motor. Akses jalan menuju Talaga Bodas dibilang mudah dikarenakan beberapa jalan yang rusak sudah diperbaiki dan juga banyak penduduk sekitar yang tahu jalan menuju Talaga Bodas. Selain jalan yang mudah dilewati, perjalanan begitu nyaman karena pemandangan area perbukitan yang memang menyegarkan ditambah suhu dingin yang menyejukan badan.

Setelah sampai di lokasi parkir, terdapat sebuah tugu besar bertuliskan “Selamat Datang di Wisata Talaga Bodas” untuk menyambut para pengunjung. Untuk biaya masuk sendiri berkisar Rp. 10.000 perorangnya dan Rp.7.000 untuk satu kendaraan sepeda motor.Di area ini terdapat warung-warung yang menyediakan makanan dan juga minuman serta tempat untuk beristirahat sejenak.

Setelah beristirahat sejenak, kita harus menempuh perjalanan sepanjang 500 m. Perjalanan menuju lokasi dapat dilakukan dengan dua alternatife, yaitu dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek yang sudah siap sedia mengantarkan. Namun kami memilih berjalan kaki dikarenakan ingin lebih menikmati suasana kebersamaan dan juga udara segar pegunungan yang mulai sulit ditemui.

Perjalanan yang lumayan jauh dengan bau belerang yang semakin melekat membuat hati kami merasakan bahwa lokasi tujuan semakin dekat. Talaga Bodas yang memang awalnya tidak terlihat disaat perjalanan membuat kami merasakan kekaguman saat melihatnya untuk pertama kali secara langsung.

Sebuah tulisan besar berwarna merah “TALAGA BODAS” menambah keindahan perpaduan antara alam dengan budaya di talaga bodas ini. Selain itu kita juga bisa menelusuri bibir pantai danau yang memang bagus untuk melakukan pemotretan disana. Apabila ingin melihat keseluruhan Talaga Bodas, terdapat sebuah bangunan tiga lantai yang dapat mengabulkannya. Disana kita bisa melihat hampir seluruh area Talaga Bodas dan tentunya melakukan pemotretran dengan layar belakang dominan putih.

Setelah puas menikmati pemandangan Talaga Bodas disekitar situ, kami mencoba mencari lebih jauh dengan menulusuri bibir telaga. Diperjalanan kami menemukan sebuah tempat istirahat yang dekat sungai kecil yang mengarah ke telaga, disana kami mencuci tangan lalu membuka bekal makanan yang dibawa dan makan bersama-sama di tempat istirahat tersebut.

Perjalanan berlanjut, kami melewati sebuah jembatan kecil dan menemukan sebuah tebing yang bagus untuk berfoto bersama. Untungnya kami membawa kamera dan juga tripod yang memungkinkan kami untuk berfoto bersama. Setelah puas berfoto kami terus melakukan perjalanan dan akhirnya menemukan satu tempat sumber air panas. Disana juga terdapat kamar mandi, toilet dan juga mushola.

Terdapat dua kolam yang disediakan untuk berendam. Kedalaman dan luasnya berkisar 4 meter. Disetiap sisi kolam dibatasi dengan besi dan pagar bambu. Batu alam yang membentuk kolam ini tidak dipolesi apapun di bagian luarnya sehingga memiliki kesan terbentuk alami. Untuk berendam di kolam tersebut dibatasi selama 15 menit, tidak boleh lebih dikarenakan kolam air panas ini mengandung belerang dari telaga. Menurut penjaga kolam, berendam di air belerang dapat membuat kulit sehat dan membunuh bakteri yang bersarang dikulit.

Setelah puas berfoto-foto di sekitar area kolam, kami kembali menuju tempat awal dengan berjalan kaki. Kami kembali melalui jalan yang telah kami lewati tadi, tapi disetiap lokasi kami berhenti untuk mengambil foto untuk menyimpan momen-momen kebersamaan.

Keindahan panorama Talaga Bodas yang terus-menerus membuat kami kagum, dimana pesona eksotisnya yang bernuansa serba putih sangat jarang ditemui di lingkungan biasa. Tak terasa setelah lima jam kami berada di Telaga Bodas, kami kembali ke lokasi parkir dan berniat untuk bergegas pulang. Di perjalanan pulang kami melihat keindahan Gunung Piramida Garut atau Gunung Sadahurip lebih dekat yang memang sebelumnya tidak terlihat karena tertutup kabut.

Dimulai dari awal perjalanan, penulusuran sekitar lokasi Talaga Bodas, dan bahkan perjalanan pulang selalu dibenahi dengan pemandangan hijau yang memanjakan mata dan juga kesegaran udara yang sudah jarang ditemui menjadikan Talaga Bodas tempat yang harus dikunjungi disaat waktu libur.

Komentar